Simulasi Dampak Kebakaran Hutan di Pontianak terhadap Pernapasanmu
Geser slider ke kanan untuk melihat simulasi memburuknya udara.
📊 Status Data Perhitungan:
Saat ini purwarupa menggunakan data konstanta simulasi (dummy data) untuk menguji fungsionalitas algoritma regresi tanpa perlu menunggu proses komputasi data cuaca riil yang memakan waktu panjang dalam tahap purwarupa awal ini.
Saat ini purwarupa menggunakan data konstanta simulasi (dummy data) untuk menguji fungsionalitas algoritma regresi tanpa perlu menunggu proses komputasi data cuaca riil yang memakan waktu panjang dalam tahap purwarupa awal ini.
- a = 15.5 (Asumsi logis polusi PM2.5 dasar kota saat tidak ada kebakaran)
- b = 2.1 (Asumsi logis daya rusak PM2.5 per 1 titik panas yang bertambah)
âš¡ Diproses Instan
Hasil Prediksi (Visual Output)
SEDANG
173.0
µg/m³
(dibaca: seratus tujuh puluh tiga koma nol mikrogram per meter kubik)
💡 Mengapa Angka Ini Penting Untukmu?
"Sebagai warga biasa atau siswa sekolah, melihat kabut asap setiap musim kemarau seringkali membingungkan. Kita disuruh memakai masker dan meliburkan diri, tapi kita tidak benar-benar tahu seberapa bahaya udara yang menyelimuti kita. Kalkulator ini hadir untuk menerjemahkan kebingungan itu menjadi angka yang jelas, agar kita sadar bahwa hilangnya hutan berdampak langsung pada napas kita hari ini."
Kalkulator di atas bukanlah tebak-tebakan. Kami menerjemahkan hilangnya alam hijau menjadi angka pasti yang bisa merusak paru-parumu.
- Apa itu µg/m³? Bayangkan kotak kaca ukuran 1x1 meter. Angka di atas menunjukkan berapa banyak debu racun tak kasat mata (PM2.5) yang terperangkap di dalam kotak tersebut.
- Debu PM2.5 ini sangat halus. Saat kamu menghirupnya, debu ini tidak nyangkut di hidung, melainkan langsung masuk ke pembuluh darahmu.
Apakah ini akurat? (Sekilas Cara Kerjanya)
Sistem Matharaedu menggunakan rumus Matematika
Kamu tidak perlu pusing menghitungnya! Intinya: Y adalah prediksi debu yang akan terhirup, dan X adalah jumlah titik panas di lahan yang kamu geser pada slider di atas. Semakin banyak titik panasnya, sistem akan mengkalkulasi racunnya secara otomatis!
Sistem Matharaedu menggunakan rumus Matematika
Y = a + bX. Kamu tidak perlu pusing menghitungnya! Intinya: Y adalah prediksi debu yang akan terhirup, dan X adalah jumlah titik panas di lahan yang kamu geser pada slider di atas. Semakin banyak titik panasnya, sistem akan mengkalkulasi racunnya secara otomatis!